Jumat, 20 Maret 2015

BEN SILBERMANN,PEMUDA YANG SUKSES CO-FOUNDER PINTEREST

Ben Silbermann, Pemuda yang Sukses Co-founder Pinterest


Ben-Silbermann-co-founder-Pinterest


Siapa yang tak kenal dengan Pinterest? #Pinterest adalah salah satu media sosial yang tengah populer di kalangan pengguna internet dunia. Dengan menggunakan Pinterest, kita dapat menemukan berbagai hal yang ingin kita rencanakan atau kita kerjakan. Fitur Pin It pada Pinterest akan membantu kita menandai posting favorit yang bisa kita buka kembali di lain kesempatan. Melalui board yang disediakan oleh Pinterest, kita bisa mengekspresikan diri dengan menata sendiri posting unik yang menjadi favorit kita.
Tak hanya sekedar hal-hal yang bersifat pribadi, Pinterest juga akan menghubungkan kita dengan sejumlah pengguna Pinterest lainnya yang memiliki hobi, minat atau bakat yang sama dengan kita. Sebenarnya siapa yang melatarbelakangi #media sosial yang begitu artistik dan bermanfaat ini? Salah satunya tentu saja Ben Silbermann.

Ben Silbermann si Pecinta Teknologi

Ben Silbermann adalah pria kelahiran Amerika tahun 1982. Dibesarkan di daerah Des Moines, Ben tumbuh menjadi anak yang memiliki minat yang besar terhadap #teknologi. Sejak kecil, Ben sangat gemar mengumpulkan berbagai benda koleksi seperti perangko dan serangga. Kegemarannya mengoleksi beragam benda rupanya turut menginspirasi Ben untuk menciptakan Pinterest, media sosial yang memungkinkan kita mengoleksi beragam posting favorit dari aneka sumber.
Dimasa remaja, Ben menamatkan pendidikannya di Research Science Institute di Yale pada tahun 2003. Setelah lulus dari perguruan tinggi, Ben bekerja sebagai konsultan di Washington D.C. Sejak berprofesi sebagai konsultan, Ben Silbermann mulai akrab dengan berbagai informasi dari blog teknologi. Secara teratur, Ben mulai sering mengikuti perkembangan dunia internet dan teknologi yang kemudian membesarkan namanya. Hal tersebut kemudian membuatnya merasa harus bekera di sebuah perusahaan teknologi yang besar, seperti #Google.
Setelah berhasil masuk dan berkarir di Google, Ben menangani tim online advertising. Ia banyak merancang produk-produk online seperti display iklan dan berbagai hal lainnya. Melalui Google, Ben memiliki kesempatan untuk berkarir sekaligus mempelajari banyak hal seputar perkembangan teknologi. Walaupun belum banyak mengetahui hal-hal teknis seputar produk teknologi, namun Ben sudah mulai memikirkan produk besutannya sendiri saat masih bekerja di Google.

Mulai Merintis Pinterest

Cita-cita untuk menghasilkan produk teknologinya secara mandiri membuat Ben memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di Google. Ben kemudian mulai menghubungi teman kuliahnya, Paul Sciarra untuk bekerjasama mewujudkan ide mengenai produk teknologi. Saat berupaya untuk membuat aplikasi iPhone bernama Pinterest, Ben dan Paul sempat menguras isi tabungan untuk mengembangkan aplikasi tersebut.
Awalnya, Pinterest tak sesukses yang kita bayangkan. Dalam kurun waktu 9 bulan sejak diluncurkan, Pinterest hanya memiliki kurang dari 10.000 pengguna. Bahkan banyak diantara pengguna tersebut yang tidak membuka akun Pinterest-nya setiap hari. Bahkan Ben sempat memutuskan untuk menghubungi 5.000 pengguna Pinterest secara personal agar bisa membuat evaluasi produk secara lebih matang.
Meski belum bisa meraih kesuksesan di awal berdirinya Pinterest, namun hal tersebut tak membuat Ben dan Paul berputus asa. Lambat laun aplikasi media sosial tersebut mulai berkembang dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pada periode Juni 2011, Pinterest mulai banyak dibicarakan orang hingga kisah Ben dan pembuatan Pinterest tampil di blog teknologi yang biasa disimak oleh Ben. Keputusan untuk menyandingkan konsep board serta pin pengingat dengan media sosial ternyata membawa keberhasilan bagi sosok seorang Ben Silbermann.
Kini Pinterest sudah memiliki 20 juta pengguna dengan jumlah yang terus bertambah setiap harinya. Ben Silbermann juga sudah memiliki beberapa puluh karyawan untuk mendukung pengembangan dan aktivitas pemantauan Pinterest.

Sudah Mencoba Menggunakan Pinterest?

Kita tentu harus ‘mencicipi’ produk teknologi yang sangat inovatif ini. Siapa tahu nanti giliran kita yang akan jadi sosok sukses di bidang aplikasi dan perkembangan teknologi.

0 komentar: